Korupsi karena Gaji Kecil

Berita viralnya gaji Bupati Banjarnegara yang kurang dari 6 juta membuat saya berpendapat bahwa bisa jadi itu bisa menjadi pintu masuk (entry point) seorang pejabat daerah untuk korupsi. Jumlah tersebut yang setiap bulannya masuk ke rekening kepala daerah tersebut. Memang belum ditambah uang aspirasi sejumlah 1 juta per hari berdasarkan pengakuan dari Bupati tersebut. Uang sekitar 30 juta dalam sebulan peruntukannya memang bukan untuk pribadi melainkan untuk kunjungan ke warga. Jika dipakai pribadi akan menjadi besar take home pay yang didapatkan Bupati tersebut, namun jika Ia menggunakannya untuk peruntukan semestinya (aspirasi) jadi kecil gaji yang didapatkannya dalam sebulan.

Ada benarnya yang disampaikan Bupati Budhi Sarwono ini bahwa kecilnya gaji membuat banyak Bupati membenarkan korupsi. Dalam Pilkada umumnya dana yang dikeluarkan sangat besar membuat kepala daerah jika terpilih memikirkan bagaimana caranya modal ini balik. Pemikiran ini manusiawi. Tinggal bagaimana caranya mengembalikan modal ini apakah dengan jalan halal melalui gaji yang didapatkannya dalam sebulan atau dengan jalan haram melalui penggunaan dana tidak sebagaimana peruntukannya atau memainkan projek Pemda yang jumlahnya ratusan milyar.

Saya tidak sepakat menjadi kepala daerah adalah pengabdian makanya membicakan gaji menjadi tidak elok. Meskipun kepala daerah ini kaya raya sebelum dia menjabat, tetap dia harus digaji cukup. Setidaknya dalam urusan pembangunan daerah uang yang didapatkan dari Pemerintah lebih dari cukup. Gaji yang cukup ini definisinya sesuai dengan beban dan tanggung jawab yang diemban maka jumlahnya tidak bisa disamaratakan untuk semua daerah. Gaji yang cukup ini adalah justifikasi bagi KPK untuk menangkap Bupati yang korupsi.

Jangan-jangan pelemahan KPK melalui UU KPK yang baru adalah pembenaran kepada Kepala Daerah untuk bertindak korupsi mengingat gaji mereka yang kecil sedangkan biaya mereka saat Pilkada dan juga pajak Partai terlampaui besar ? Tak hanya kepala Daerah, DPRD juga demikian.

Jika yang dikatakan Bupati Banjarnegara ini adalah fakta, maka penegakan korupsi tidak cukup hanya penguatan KPK namun juga penaikan gaji Kepala Daerah atau pejabat setingkatnya. Tapi apakah Pemerintah pusat mau melakukan ini ? Yang jelas KPK dengan UU baru yang mengaturnya memperlemah wewenang KPK jadi secara tidak langsung membolehkan Kepala Daerah untuk ‘bermain’ dengan sumber dana subhat dan haram.

Waktu Kosong

Saya merindukan waktu kosong di mana saya bisa menggunakannya hanya untuk baca paper dan menulis buku. Saya amat susah memiliki waktu itu sekarang mengingat saya dihadapkan dengan pekerjaan rutin yang tidak akan pernah selesai. Saya sebenarnya telah mengalokasikan waktu untuk membaca dan menulis pagi habis subuh dan sore habis pulang kerja namun tetap tidak bisa efektif. Menulis adalah kerja kreatif dan itu tidak bisa dipaksa di waktu khusus. Menulis butuh inspirasi. Tadi pagi saat ngopi di pasar Tjihapit saya mendapatkan semangat untuk itu. Saat ini saya berusaha untuk mempertahankan semangat itu pastinya dengan mengorbankan pekerjaan lain. Saya kira kita tidak bisa mendapatkan semuanya karena kita harus memilih. Tuhan hanya memberi 24 jam saja sehari.

Di tengah waktu yang tidak banyak, saya berusaha memakainya untuk menulis. Target saya di hari ultah saya akhir tahun ini saya berhasil menulis 1 buku dan paper untuk konferensi internasional. Saya kira ini adalah target realistis di tengah kesibukan saya yang amat padat di tahun ini.

Finisher R9 Ultra

Sekitar jam 14.30 WIB saya mulai lari dari Rumah Makan Ikan Bakar Cianjur. Saya tergabung di Relay 9 tim alumni Matematika ITB. Artinya saya harus lari sekitar 20 km. Saya berada di Water Station (WS) 10 tersebut sudah dari jam 10 pagi. Sembari nunggu aku dan Mufri (rekan satu tim MA11) makan bubur ayam sampai sekitar jam 12-an. Saya nunggu mas Auriga MA 00 pelari sebelum saya.

Selanjutnya kami sholat di mushola, di sana ketemu mbak Astuti MA04 kemudian ketemu senior lain seperti Pak Ones dan Bu Janny, juga Afif MA 11. Ada juga Tim support MA sekaligus ITB90, mas Yusa. Prediksi awal saya lari sekitar jam 12.30 namun baru mulai lari dua jam setelah itu.

Lari 10k pertama pace saya cukup stabil. Mau sampai WS 11 hujan turun dan cukup deras pas sampai di lokasi. Di WS ini saya ketemu Pak Eko FT91 rekan kerja di lab. Setelah habiskan satu botol air minum kecil aku lanjutin perjalanan menuju WS12. Sekitar 2 km hujan turun tapi untungnya tidak deras. Di 10k terakhir ini saya ngerasa lebih capek khususnya pengen minum terus dan berhenti sejenak. Untungnya aku ketemu ama Putri OSE 14 dan jadilah teman ngobrol di sepanjang perjalanan.

Saya tidak cukup hafal dengan setting smartwatch saya saat saya salah menekan tombol fitur. Hasilnya saya tidak cukup akurat memprediksi saya tinggal berapa km sampai WS. Namun karena ada teman ngobrol, jarak saya dengan tempat finish ternyata sudah dekat. Alhamdulillah finish juga setelah lari 19.7 km. Saya pun foto-foto dengan kawan setim juga kenalan lain.

Ilham

Sabtu kemarin saya pulang ke Jawa, sampai rumah minggu pagi. Saya kangen sama ortu khususnya Ibuk dan ponakan yang kini berumur 1.5 bulan, Ilham. Di liburan lebaran Ilham baru belajar berdiri kini dia sudah bisa berjalan. Biarpun belum bisa bicara namun dia faham dengan perintah-perintah seperti “dadah”, “kiss bye”, “salim”, dan “cium”. Ilham juga punya kesukaan nonton TV/YouTube tayangan upin-ipin dan sejenisnya. Saat kebangun dan nangis, tayangan upin-ipin dari hape Ibuk berhasil meredam dia untuk tidak lanjut menangis. Nampaknya hape akan jadi mainan dia tinggal bagaimana Ibunya bisa arahkan biar tidak jadi ketagihan.

Rabu subuh kemarin saya dah sampai Bandung kembali dan balik ke rutinitas pekerjaan yang padat. Saya sempat menvideo dan mengambil foto Ilham dari berbagai posisi. Foto berikut adalah gambar yang bagi saya sangat lucu. Gambar tersebut diambil di teras barat rumah depan dapur. Di foto ini tergambar ponakan saya ini sedang berusaha menjangkau saya yang sedang ambil foto beberapa meter di depannya. Love you Ilham šŸ™‚

Entrepreneurship Channel

This morning I read an article about entrepreneurial activities at Stanford University. I forgot with the title but it describes much more about how Stanford succesfully implement entrepreneurial ideas into reality. I found this one interesting channel to help us understanding about entrepreneurship. Of course, stanford as its case study. I have put this channel into my personal blog’s list. Enjoy learning here https://ecorner.stanford.edu/ šŸ™‚

entrep channel

Tjia May On

Siang tadi saya nemeni Muna (TL16) untuk wawancara dengan Prof. Tjia May On (Pak Tjia). Usia beliau sudah 84 tahun namun hampir setiap hari dari jam 10-12 menyempatkan ke kampus untuk berinteraksi dengan mantan mahasiswanya (yang sekarang dosen) atau mahasiswa aktif. Biarpun di usia senja beliau amat concern pada keilmuan khususnya di bidang fisika teoretik. Satu kisah menarik dari beliau yaitu setiap pukul 12 akan ada sopir beliau yang siap menjemput. Beliau sudah akan ditunggu istrinya di rumah untuk makan siang bersama. Teringat petikan wawancara dengan beliau tadi, “Saya sekarang sudah tua, waktu saya tinggal sedikit. Dulu saya makan siang di sini (kampus), waktu saya yang tinggal sedikit ini saya ingin pakai dengan istri saya“, ungkap beliau so-sweet ya.

Menunggu

Menunggu memang ngeselin. Kita butuh waktu tambahan untuk sesuatu yang kita butuhin segera. Contohnya ini saya sedang nunggu update software laptop saya sembari proses restart. Padahal, saya pengen cek segera tampilan awal layar sesaat setelah saya nyalain tombol power. Tadi saya set password supaya laptop saya ini lebih secure.